Minggu, 1/02/2026
| Peristiwa |
1 suka

Hilir Bengawan Solo Seret Dua Anak

Respon.id-Bojonegoro, Dimusim cuaca dengan intensitas tinggi seperti ini, masih banyak daerah-daerah yang tertimpa bencana longsor maupun banjir yang menggenang. Yang namanya fenonena alam saat musim penghujan seperti belakangan ini, pasti menelanan korban maupun harta benda. Tak terkecuali hilir Bengawan Solo misalnya, di Sungai Pacal hilir Bengawan Solo, Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur ini pada Jumat, 30/1/2026 baru lalu karena luapan air di musim penghujan, menyeret dua anak kembar kakak beradik laki-laki Rindy Wijaya, 4 dan adik kembar perempuan Rendy Wijaya, 4, anak dari pasangan Roni Wijaya, 37 dan Wulan, 33 Warga Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Keduanya sudah biasa bermain dan mrncari ikan di sungai tersebut. Memang lokasi itu sering digunakan anak-anak bermain dan mencari ikan, namun sayang seribu sayang kedua anak kembar kakak beradik itu terpeleset dan kecebur di sungai. Barangkali, karena keduanya masih anak-anak tak mampu menyelematkan diri mengakibatkan keduanya hanyut oleh derasnya sungai Pacal. Lantaran keduanya sudah lama bermain dan mencari ikan sudah tak kunjung pulang, hal itu memantik kekhawatiran ibunya, lalu bergegas memcari di lokasi keduanya bermain. “Bak petir disiang bolong” sesampai dilokasi, kedua anaknya tak ada dilokasi. Upaya pencarian dilakukan, dan kedua anaknya tak ada dilokasi itu. Kemudian naluri seorang ibu muncul, spontan teriak minta tolong ke warga.

Momen korban hanyut ditemukan Polisi dan Warga.
Momen korban hanyut ditemukan Polisi dan Warga.

Tak selang lama, beberapa warga datang dan bersama Polisi mencari keberadaan kedua anak tersebut. Dan ternyata benar, 100 meter dari titik lokasi ditemukan keduanya masih selamat. Sementara itu menurut Kapolsek Temayang AKP Eko Suwanto menghimbau warga di sekitar sungai Pacal, agar para orang tua sealu meningkatkan pengawasan pada anak-anaknya. Pada saat bermain diluar rumah, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, pesannya prihatin. Untuk itu, bagi para orang tua kejadian di sungai Pacal ini dijadikan pelajaran, dimusim hujan dengan intensitas tinggi ini.(res)