Minggu, 11/01/2026
| Peristiwa |
1 suka

Ironis

Dana Hibah Kementan RI Dimanipulasi

Tower Resapan Sungai Ngrukem, jadi sorotan
Tower Resapan Sungai Ngrukem, jadi sorotan

Respon.id-Sukoharjo, Dana hibah dari Kementan RI TA.2025 untuk membangun proyek resapan Sungai yang berlokasi Di Sungai Ngrukem, Kelurahan Carikan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah menjadi sorotan. Ironis, proyek Resapan Sungai Ngrukem yang anggaran pembangunannya sebesar Rp.150 jt ( Edisi : 207-Selasa 30/12/2025 ) tersebut, memang untuk kepentingan petani, namun kenyataannya, tak sesuai harapan. Bahkan menurut keterangan beberapa petani yang enggan disebut jatidirinya, membenarkan bahwa pembangunan Sungai resapan Ngrukem itu, menghabiskan biaya pada kisaran Rp.110 jt saja.

Hal itu disebabkan kapasitasnya tak sesuai peruntukannya. Bahkan tragisnya, pemasangan pralonnya pun tidak sampai pada sawah para anggota Poktan Suko Mulyo Tani. Dari hasil penelusuran Wartawan Respon dilapangan menyebutkan, dana hibah Kementan RI TA.2025 yang diterima Poktan (Kelompok Tani) Suko Makaryo Tani sebesar Rp.150 jt tersebut, tidak transparan. Tidak semua anggota Poktan mengetahui, apalagi Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) nya tidak tahu kalau Poktan ini menerima dana hibah Kementan RI. Bahkan pelaksanaan proyek resapan yang seharusnya dari Sawah, tetapi oleh Poktan “Suko Makaryo Tani” resapannya dialihkan ke Sungai Ngrukem. Dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 10 0rang, waktu 40 hari.

Sementara itu Sekretaris Poktan Robin dan Bendaharnya, saat dikonfirmas membenarkan Poktan Suko Makaryo Tani mendapatkan dana hibah dari Kementan RI sebesar Rp.150 jt, dan uangnya langsung diterima Ketua Poktan, Hernowo. Sedangkan pengerjaan proyek Sungai Ngrukem resapan itu, menyimpang dari speck. Seperti pada pembangunan tower, pipa pralon tak sampai ke petani penerima manfaat dan pengadaan matrial bangunan. Tak hanya pipa pralon yang tak sampai pada tanah sawah petani, yang seharusnya mengairi sawah sebanyak 50 patok. Mesin penggerakpun 1 minggu setelah selesai dibangun, sudah tak berfungsi. Untuk mengikuti perkembangan peristiwa manipulasi ini, sebaiknya kita tunggu dan kita ikuti perkembangannya peristiwanya.(Res)